Setelah Rapat, Pengurus Muhammadiyah Kepulauan Selayar Rencana Datangi Kantor Kemenag

  • April 3, 2021, 5:34 a.m.

-

 

Selayar (Humas Kemenag) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Abdullah  pagi tadi (Sabtu, 03/04/2021) kembali kumpulkan seluruh Pengurus Bidang Tarjih dan Tajdid serta Bidang Tablig untuk percepatan pelaksanaan program Hasil Musyawarah Daerah ke-18 Kabupaten Kepulauan Selayar. Rapat terbatas yang diadakan di Masjid Agung tersebut dihadiri oleh beberapa Pimpinan Daerah; H. Saiful Arif, H. Muhammad Nasir, H. Saharuddin, Muhammad Husni, Ihsan Maro, serta beberapa pengurus majlis di antaranya adalah H. Arfang Arif  dan H. Dudi Hermawan Rasyid.

Drs. Abdullah mengatakan bahwa pertemuan yang diadakan pada hari ini adalah pertemuan dalam rangka mengevaluasi kembali program-program kerja yang telah kita sepakati bersama pada Musda Ke -18 pada beberapa tahun yang lalu, tepatnya di Bulan Maret 2016. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga telah diadakan bersama Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah serta Bidang Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah.

Dalam pertemuan yang berlangsung sampai Pukul 07:30 pagi tadi, persoalan Tarjih dan Tablig menjadi fokus sorotan pembahasan.

menurut informasi yang masuk, Masjid Binanga Benteng yang terletak di Kecamatan Bontosikuyu suatu ketika tidak melaksanakan Ibadah Shalat Jumat karena tidak ada seorang jemaahpun yang siap menjadi khatib. Persoalan ini adalah persoalan serius yang harus segera ditindak lanjuti oleh Bidang Tablig Muhammadiyah.” Ungkap Saharuddin saat diberi kesempatan untuk memaparkan berbagai problem keumatan yang sedang terjadi di masyarakat.

H. Dudi Hermawan Rasyid, Lc, salah seorang Pengurus Muhammadiyah yang juga adalah Pimpinan Pesantren Alquran Babussalam menanggapi masukan dari Saharuddin dan mengatakan bahwa pihaknya (Pesantren Alquran Babussalam) akan berupaya memediasi persoalan ini, namun pihak Muhammadiyah diharapkan dapat menfasilitasi transportasi para santri yang akan dilibatkan sebagai khatib di Binanga Benteng atau beberapa titik yang ada di Kecamatan Bontosikuyu.

Arfang Arif, Ketua Bidang Tarjih dan Tajdid  yang juga adalah Ketua Dewan Masjid Indonesia turut menyorot Putusan Tarjih Muhammadiyah Pusat terkait dengan penambahan waktu 8 (delapan) menit untuk pelaksanaan shalat shubuh. Menurutnya, persoalan tersebut juga akan menimbulkan kontra yang sangat tidak produktif saat memasuki Bulan Suci Ramadhan yang tersisa beberapa hari lagi.

Saya berharap agar Dewan Masjid Indonesia segera mengumpulkan segenap pengurus masjid se-Kabupaten Kepulauan Selayar untuk kita adakan rapat bersama terkait jadwal waktu shalat zona Kepulauan Selayar. Demikian halnya Pihak Muhammadiyah diharapkan agar mempersiapkan berkas Surat Keputusan itu buat didiskusikan bersama untuk mencari solusi terbaik.” Demikian ungkap Arfang Arif di sela-sela pertemuan itu.

Saiful Arif, sebelum mengakhiri rapat terbatas itu menghimbau supaya ada pertemuan antara pihak muhammadiyah, dalam hal ini Lazismu dengan pihak Badan Amil Zakat Nasional yang dimediasi oleh Pihak Kementerian Agama sebagai pembina keagamaan di Tingkat Daerah. Di antara hal yang menurutnya penting untuk didiskusikan bersama adalah munculnya keinginan sebahagian warga muhammadiyah yang bermaksud menyalurkan zakatnya lewat lembaga lazismu. (myr)

 


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga