Selayar Terbitkan Surat Edaran Terkait Tuntunan Idul Adha Masa Pandemi

  • July 13, 2021, 11:10 a.m.

-

 

Selayar (Humas Benteng) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar, Aswar Badulu bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) adakan rapat terbatas di Ruang Pimpinan Kantor Bupati. (Senin, 12/07/2021)

Rapat yang diadakan adalah dalam rangka membahas draft rancangan Surat Edaran Bupati Kepulauan Selayar  terkait dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Rapat yang diadakan sejak pagi itu berjalan sampai sore hari selepas pelaksanaan shalat ahar.  

Menurut Saiful Arif, di masyarakat telah beredar informasi yang simpang siur sehubungan pelaksanaan idul adha dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, baik yang bersifat darurat maupun mikro. Hal tersebut senada dengan apa yang diungkapkan oleh Sekretaris Satgas Covid-19 bahwa informasi yang tersebar sebahagiannya juga adalah bersifat hoax.

Dalam menyikapi pelaksanaan shalat Idul Adha, pemotongan dan pembagian hewan kurban, tidak seharusnya kita meng-copy paste pelaksanaan sebagaimana instruksi pemerintah yang diterapkan di daerah jawa dan beberapa daerah lainnya di Pulau Jawa, Bali, dan di beberapa tempat.” Ungkap Saiful Arif dalam arahannya.

Saifal Arif juga sarankan, bahwa dalam upaya mengurai penyebaran covid-19 di tengah-tengah masyarakat yang cenderung mengalami lonjakan, maka sebaiknya seluruh masjid-masjid yang ada dibuka untuk pelaksanaan shalat idul adha. Selain itu, kebijakan tersebut juga dalam rangka mengantisipasi curah hujan yang sampai saat ini terus mengguyur kota selayar.

Acara yang juga dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia itu, juga membahas tentang strateghi pelaksanaan takbiran di malam Ramadhan. Dalam pandangannya, kebijakan pemerintah meniadakan convoi berkendaraan pada malam takbiran sudah tepat dengan berbagai pertimbangan yang di antaranya adalah mengundang kerumunan massa yang menjadi pemicu terbentuknya kluster baru penyebaran covid.

Seperti itu pula yang dikatakan oleh Temmangnganro Machmud, Kepolres Selayar yang menyarankan agar takbiran dilaksanakan di masjid-masjid dengan tetap mengikuti prokes kesehatan sebagaimana yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Pelaksanaan takbiran tidak mengundang kerumunan, memakai masker, dan tetap menjaga jarak.  

Sementara terkait dengan pemotongan hewan kurban, diharapkan seluruh panitia penyelenggara agar mengatur pelaksanaannya sedemikian rupa supaya tidak menimbulkan kerumunan dan diadakannya pada hari tasyrik pertama dan kedua atau pada Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah.

Muhammadiyah yang di Tahun ini menyembelih 35 ekor sapi dan melibatkan 245 orang pe-kurban, pelaksanaannya telah diatur dengan membagi jadwal penyembelihan sedetail mungkin sehingga bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diharapkan. Selain itu, juga akan diupayakan menghadirkan Polisi pamong praja untuk membantu pengaturan penyelenggaraan pemotongan dan pendistribusian hewan kurban.” Ungkap Saiful yang juga adalah anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah.  

 

 

 

  



  


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga