Penghafal Alquran Asal Pasimarannu, Berhasil Tuntut Ilmu Di Turki

  • Jan. 20, 2022, 12:12 p.m.

Ansar, keempat dari kiri saat masih di Sulaemaniyah Lumajang

 

Selayar (Humas Benteng) Sungguh bahagialah orang tua yang mampu melahirkan penghafal alquran. Di dalam hadits, Rasulullah saw. pernah ungkapkan bahwa anak tersebut kelak akan mempersembahkan mahkota cahaya bagi kedua orang tuanya.

Muhammad Ansar, anak kelahiran Bonerate Kecamatan Pasimarannu adalah salah satu anak yang kelak insya Allah akan mempersembahkan mahkota cahaya bagi kedua orang tuanya nanti di Padang Mahsyar, saat semua orang membutuhkan syafaat, baik dari Rasul Saw. ataupun dari Alquran.

Muhammad Ansar yang dilahirkan pada Tahun 1999 yang lalu adalah merupakan anak dari pasangan Bapak Ibrahim dan Ibu Siti Hatijah. Dia yang sebelumnya santri Pesantren Alquran Babussalam, berhasil menyelesaikan hafalan Alquran di Pesantren Sulaemaniyah Sumenep Madura bersama dengan sahabatnya asal Kecamatan Buki, Muhammad Imran.

Menurut informasi, Muhammad Ansar sempat berpindah-pindah tempat sebelum pada akhirnya terbang ke Turki untuk menuntut ilmu pada pesantren yang sama, Pesantren Sulaemaniyah Turki.

Selama berada di Sulaemaniyah Turki sejak Tahun 2020 yang lalu, Muhammad Ansar fokus pada pengkajian kutubutturats, kitab warisan ulama-ulama terdahulu yang ditulis dalam Bahasa Arab tanpa harakat.

Alhamdulillah Kami bersama dengan teman-teman di sini dibimbing untuk mempelajari fiqih 4 (empat) mazhab; Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Malik, dan terakhir adalah Fiqhi Imam Syafi’i. Selain itu, di sini juga mempelajari Kitab Tashawwuf, Ihya Ulumuddin yang menjadi karya monumental Imam Alghazali.” Ujarnya

Suatu ketika, saat dikonfirmasi oleh salah seorang Staf Humas Kementerian Agama, Muhammad Yamril terkait dengan suka dukanya saat menghafalkan Alquran di Pesantren Sulaemaniyah, beliau mengatakan

Menjelang khatam alquran, kisaran putaran ke-15 ujian dan godaannya terasa meningkat. Semangat untuk segera mengkhatamkan semakin menggebu-gebu, sementara para asatidz menginginkan agar pengulang hafalan lebih diperkuat. Saat itu hati kadang memberontak, bahkan sampai berkali-kali meneteskan air mata lantara beratnya ujian.” Katanya bernostalgia.

Muhammad Ansar dan Muhammad Imran adalah 2 (dua) orang pertama dari Kepulauan Selayar yang diutus oleh Yayasan Rumah Quran Kepulauan Selayar untuk menuntut ilmu dan menghafal Alquran di Pesantren Sulaemaiyah Jawa Timur. Dimulai dari Surabaya, Lumajang, Sumenep, dan Kabupaten Kertosono. Di tempat terakhir inilah Muhammad Ansar konsentrasi mendalami Bahasa Arab dan Bahasa Turki.

Hidup di Turki, menurutnya sangat berbeda dengan di Indonesia. Bukan saja makanan sehari-harinya yang berbeda, namun juga mazhab yang dianut oleh masyarakatnya. Bangsa Indonesia mayoritas penduduknya ber-mazhab Syafi’I, sementara di Turki ber-mazhab Hanafi. Belum lagi masalah alamnya yang ketika musim dingin sangat terasa dingin.

Muhammad Ansar adalah kader Yayasan Rumah Quran Kepulauan Selayar yang diharapkan kembali ke daerahnya untuk memajukan pendidikan, khususnya terkait dengan ke-islaman. Suatu ketika, bersama dengan Imran memohon izin untuk melanjutkan ke jenjang Takhassus Qira’ah Asyarah kepada gurunya di Selayar, guru tersebut hanya berpesan,

Silahkan manfaatkan belajar setinggi mungkin di Negeri orang, namun jangan lupa setelahnya kembali untuk mengamalkan ilmu di Kampung sendiri.”  (Myr)

 

 

 


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga