Masyarakat Binaan Penyuluh Kecamatan Bontoharu Ikuti Tarhib Ramadhan

  • April 4, 2021, 10:29 p.m.

-

Kepulauan Selayar (Humas Kemenag) Masyarakat Dopa yang terletak di salah satu Dusun Kepulauan yang masih berada dalam wilayah Kecamatan Bontoharu ikut memeriahkan Acara Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan oleh Partai kepulauan Selayar sore tadi (Ahad, 04/04/2021). Rudi, ST. Ketua Partai Keadilan Sejahtera mengatakan bahwa acara Tarhib Ramadhan dilakukan dalam rangka ikut memotivasi masyarakat agar memiliki kesiapan fisik dan mental dalam memasuki Bulan Suci Ramadhan. Tarhib Ramadhan yang dihadiri oleh kisaran 50 jamaah itu, juga turut diramaikan dengan kedatangan beberapa tokoh masyarakat Dusun Sekitarnya. 

Tarhib Ramadhan yang diadakan oleh kita dan masyarakat saat ini telah menjadi tradisi tahunan Rasulullah saw. bersama dengan sahabat-sahabatnya. Hal tersebut setidaknya memberikan pelajaran bagi kita bahwa memasuki Bulan Suci Ramadhan tentunya dibutuhkan beberapa persiapan, baik fisik maupun finansial. Bukankah Rasulullah saw. dikenal sangat dermawan di Bulan Ramadhan bahkan sampai melebihi kecepatan angin.” Ujar pemberi Tausiyah yang juga dikenal sebagai pengelola Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim yang berlokasi di Karajaang Desa Polebunging.

Ustad Yamril, demikian beliau terkadang disapa oleh jamaah rutinnya di beberapa masjid yang ada di Benteng Kepulauan Selayar juga ikut membahas beberapa amalan penting yang penting di Bulan Suci Ramadhan selain ibadah puasa; Membaca alquran, bersedekah, dan shalat tahajjud. Menurutnya, termasuk dalam bahagian sedekah adalah memberi Ifthar (makanan untuk berbuka)  kepada orang yang sementara berpuasa.

jangan pernah menganggap remeh sebuah perbuatan yang baik. Bukankan Rasulullah Saw. pernah berpesan agar kita jangan pernah meremehkan sebuah kabaikan walapun hanya dengan memberi senyuman kepada saudara muslim kita. Ketahuilah bahwa setetes air mata yang keluar saat kita menangis karena takut kepada Allah, sesungguhnya itu cukup untuk memadamkan panasnya api neraka. Bagaimana dengan segelas air yang kita suguhkan kepada mereka yang hendak berbuka puasa.” Seperti itu nasehat yang disampaikan oleh pemateri Tarhib Ramadhan.

Acara yang berlangsung sampai menjelang pelaksanaan shalat maghrib itu, juga diselingi dengan tanya jawab antara pemateri dan masyarakat yang hadir. Salah seorang jamaah tetap masjid yang juga dianggap tokoh bagi masyarakat mencoba mempertanyakan tentang seseorang yang membaca alquran dengan sangat susah, bahkan telah berusaha keras namun belum juga mampu membaca berdasarkan ilmu tajwid.

Orang yang membaca alquran dengan sangat terbata-bata, mengalami kesulitan dalam membacanya karena keterbatasan, kepada mereka dijanjikan 2 (dua) pahala; pahala karena telah membaca alquran dan kedua adalah karena kesulitan yang dialaminya saat membaca. Ini senada dengan kaidah ushul yang mengatakan bahwa sesungguhnya ganjaran itu juga dilihat dari sisi kesulitannya.” Seperti itu terang ustadz Yamril kepada segenap jamaah tarhib Ramadhan.

Acara dalam rangka menyambut Ramadhan itu diakhiri dengan bersama-sama mencicipi yang disuguhkan oleh masyarakat dopa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan nelayan ikan. (Myr)


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga