Masjid Mujahidin Benteng Kepulauan Selayar Adakan Tarhib Ramadhan Bersama Muhammadiyah

  • April 6, 2021, 1:30 a.m.

-

Kepulauan Selayar (Humas Kemenag) Dalam rangka memasuki Bulan Suci Ramadhan, Masjid Mujahidin Muhammadiyah Kepulauan Selayar menutup kajian tarjihnya dengan mengadakan Tarhib Ramadhan bersama jamaah dan beberapa pengurus muhammadiyah (Senin, 05/04/2021). Tarhib Ramadhan sengaja menjadi tema kajian akhir, adalah dalam rangka memberikan pembekalan kepada para jamaah agar dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan jiwa yang lapang dan lebih siap. 

Drs. Abdullah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah mengatakan bahwa pertemuan yang dilaksanakan pada malam ini adalah pertemuan yang kedua puluh yang membahas buku Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Abdullah melanjutkan penjelasannya, ”kajian kita terkait Buku Putusan Tarjih Muhammadiyah akan dilanjutkan insya Allah pada syawal mendatang dengan tetap menunggu informasi lebih lanjut, via alat komunikasi handphone atau media lainnya.”

pada malam ini Kami sengaja membawa beberapa kitab rujukan muhammadiyah; Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah dan Buku Tanya Jawab Agama ( kumpulan fatwa-fatwa muhammadiyah) adalah dalam rangka memberikan pembekalan yang cukup kepada para jamaah dalam menjalani bulan suci Ramadhan, khususnya terkait dengan persoalan-persoalan fiqhi ramadhan.” Ujar pemateri dalam membuka kajiannya.

Dalam Tarhib Ramadhan itu yang dihadiri kisaran 20 (dua puluh) peserta, Muhammad Yamril Fakhruddin mengulas berbagai persoalan-persoalan fiqhi yang ditemukan di dalam masyarakat; Bagaimana cara mengeluarkan fidyah, bagaimana hukum yang bermimpi basah di siang hari ramadhan, berapa yang harus dikeluarkan bagi orang yang berfidyah, makanan apa yang paling utama dikeluarkan oleh yang berfidyah, serta bagaimana kriteria orang yang berfidyah dan mengqadha, adalah merupakan materi-materi penting yang dibahas pada malam itu.

Bagi orang yang berfidyah boleh baginya berfidyah di bulan suci Ramadhan maupun di luar bulan suci Ramadhan. Bahkan, baginya boleh mengansur ataupun membayarnya secara kontan. Hal tersebut didasarkan pada firman Allah swt. yang bermakna Dia menginginkan kemudahan bagimu dan tidak menginginkan kesusahan.” Demikian kata pemateri kepada para jamaah.

H. Masrur, salah seorang pengurus muhammadiyah juga sempat mempertanyakan mengenai hal-hal yang wajib saat pelaksanaan mandi junub. Muhammad Yamril mengatakan bahwa yang terpenting dalam mandi junub adalah airnya  merata ke seluruh anggota badan/ Tubuh. Bahkan, masih menurutnya, apabila seseorang menceburkan dan menenggelamkan dirinya ke dalam kolam dengan niat mandi junub dan air telah merata ke seluruh tubuh, maka mandi junubnya dianggap telah sah.

Di akhir pertemuan, pemateri juga menyampaikan bahasan terkait dengan pelaksanaan ibadah tarwih. “Dalam buku himpunan putusan tarjih ditetapkan ada dua acara; pertama adalah format 2-2-2-2 dan 3 witir. Kedua adalah format 4-4 dan 3 witir.”

Muhammad yamril menambahkan bahwa walau Putusan Tarjih Muhammadiyah merekomendasikan kedua bentuk yang tersebut di atas, itu bukan berarti yang menyalahi format di atas pelaksanaan ibadahnya dianggap tidak benar. (myr)


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga