Kerjasama Dengan Oriental Dan Masyarakat, Pontren KH. Abdul Qadir Qasim Adakan Buka Puasa Bersama Di Masjid Kampus

  • May 2, 2021, 10:49 p.m.

-

 

Kepulauan Selayar (Humas Kemenag) Pimpinan Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim Karajaang, Desa Polebunging Kecamatan Bontomanai Kepulauan Selayar merasa gembira dan bersyukur dapat karena dapat melaksanakan Ifthar Jama’I di Masjid Kampus. (Ahad, 02/04/2021)

Acara Buka Puasa Bersama yang disponsori oleh Oriental Bakery And Cake serta Masyarakat Dusun Karajaang tersebut, juga turut dihadiri oleh beberapa simpatisan dan keluarga besar Yayasan Rumah Quran Kepulauan Selayar; Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kepulauan Selayar, Direktur Bank Perkreditan Rakyat Pesisir (BPR), Ketua Koperasi Syariah Fastabiqul Khairat Amanah Muhammadiyah, Unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Rumah Tahfidz Babussalam, serta beberapa tokoh masyarakat Dusun Karajaang.

Selain kegiatan Ifthar Jama’I, acara semalam itu juga dirangkaikan dengan pembukaan Daurah Hifdzul Quran For Children yang menurut rencana akan berlangsung sampai malam ke -27 Bulan Suci Ramadhan. Menurut Pimpinan Pesantren, Ust. Abdul Kadir, Daurah Hifdzul Quran ini bertujuan untuk mengkondisikan suasana Pendidikan Ramadhan bagi anak-anak agar mereka terus dapat berada dalam lingkungan yang kondusif buat beribadah.

Ketua Yayasan Rumah Quran Kepulauan Selayar di dalam sambutannya menjelang buka puasa mengatakan,

”Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim bertempat di atas lahan yang luasnya saat ini kurang lebih 5 ha. Tanah tersebut berasal dari wakaf masyarakat yang merupakan keluarga besar Dusun Karajaang. Alhamdulillah, atas dukungan masyarakat sekitar serta donasi kaum muhsinin, dalam setahun terakhir ini Kita dapat membangun asrama putra, asrama putri, dan masjid yang sementara dalam tahap penyelesaian.”

Walau sedikit diguyur hujan menjelang pelaksanaan buka puasa, acara itu tetap berjalan sesuai dengan harapan pimpinan beserta jajaran pembina pesantren.

insya Allah hujan ini adalah hujan rahmat. Kondisi masjid yang belum memiliki atap akan membuat doa-doa yang kita lantunkan dapat menembus langit dan diharapkan segera diijabahi oleh Allah swt.” demikian celetuk sebahagian jamaah yang hadir.

Adapun terkait dengan Daurah Hifdzul Quran, terdapat 21 peserta yang terdiri dari 5 santri dan 15 santriwati. Walau kondisi asrama putra  yang masih dalam tahap pembenahan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk tetap menimba ilmu dan mencari Lailatul Qadar dalam sepuluh hari terakhir ramadhan. Selama berada dalam masa Daurah, para santri juga akan dibimbing oleh Kahar Muzakkar, salah seorang hafidz alquran asal Pasilambena yang saat ini menimba ilmu di Pesantren Alburuj Jepara, Jawa Tengah. (Myr)

 


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga