Kerjasama Dengan Kepala KUA Bontomanai, Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim Selayar Adakan Pelatihan Tilawah Intensif

  • Jan. 13, 2022, 1:18 p.m.

-

 

Selayar (Humas Benteng) Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim Karajaang, 14 Km. (empat belas kilometer) dari Kota Benteng terus melakukan pembenahan dari segala segi, baik terkait kurikulum pendidikan, fasilitas, dan juga peningkatan kompotensi tenaga pendidik.

Terkait dengan pendidikan, sejak Bulan November lalu, saat siswa telah melewati ujian baca alquran, maka oleh pimpinan pesantren, Khaerunnas bekerjasama dengan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bontomanai, H. Hayuddin mengadakan pelatihan tilawah Alquran secara intensif sejak 2 bulan yang lalu. (November 2021)

Pelatihan tilawah berlangsung selama 4 (empat) kali dalam sepekan; senin, selasa, rabu, dan kamis yang dibimbing langsung oleh Nurdin Ardas, salah satu qari Kepulauan Selayar yang juga adalah staf KUA Bontomanai. Menurut informasi dari Bagian Kesantrian, pelatihan dilaksanakan setelah shalat dhuhur dan berhenti jelang shalat ashar dalam kompleks pesantren.

Nurdin Ardas saat dikonfirmasi terkait dengan talenta santri dalam mengikuti program tilawah intensif mengatakan bahwa untuk mencetak seorang qari yang diharapkan mampu bersaing di tingkat Provinsi dan Nasional, memang tidak mudah. Qari yang dibina, selain harus memiliki kompotensi bacaan quran yang baik juga harus memiliki suara yang indah.

Masih menurut yang bersangkutan, pelatihan tilawah tetap kita jalankan dan laksanakan secara serius sebagai salah satu ikhtiyar yang harus dijalani sambil tetap berharap agar Pesantren nantinya juga dapat melahirkan seorang qari yang dapat menjadi berkah bagi Kabupaten Kepulauan Selayar.

memang tidak semuanya akan berhasil, namun minimal ada beberapa di kalangan mereka yang bisa sukses dan pada saatnya nanti dapat mengajar adik-adiknya.” Ungkapnya.

Khaerunnas, alumnus Sulaemaniyah yang menyelesaikan kelas tahfidznya pada awal Tahun 2020 lalu mengatakan bahwa santri yang saat ini mengikuti program tilawah intensif adalah santri perdana Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim. Informasinya, mereka adalah orang-orang yang pada awalnya sangat sulit membaca alquran, bahkan minus baca alquran, namun setelah berada di kelas Pra Tahfidz selama 4 bulan lebih, Alhamdulillah sekarang telah dapat membaca dan menulis Alquran.

insya Allah pada Bulan Ramadhan mendatang mereka akan segera memasuki Kelas Tahfidz Alquran.” Ujarnya.

Pesantren KH. Abdul Qasim sepenuhnya merujuk kepada kurikulum Pesantren Sulaemaniyah yang berpusat di Turki. Pesantren tersebut memiliki beberapa jenjang atau kelas dengan kompotensi berbeda yang harus dilalui setiap santri.

Kelas Pra tahfidz yang ditempuh selama setahun, kelas tahfidz selama 2 tahun, kelas bahasa selama 1 tahun, Kelas Takamul 2 sd. 3 tahun, dan kelas pengabdian selama juga setahun.” Terangnya.

H. Hayuddin saat dikonfirmasi terkait dengan pelatihan itu mengatakan

saya juga ingin di Kecamatan Bontomanai lahir Qari dan Qariah Alquran.” Katanya. (Myr)

  


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga