Kepala KUA Bontomanai Selayar Ajak Puskesmas Barugaiya Adakan Suluhan Bagi Catin

  • Jan. 13, 2022, 4:19 p.m.

-

 

Selayar (Humas Benteng) Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bontomanai Kepulauan Selayar, H. Hayuddin gandeng Puskesmas Barugaiya Bontomanai adakan suluhan bagi 4 (empat) calon pengantin pada hari ini di Kantor KUA. (Kamis, 13 Januari 2022)

Menurut H. Hayuddin, kerjasama tersebut terlaksana berangkat dari harapan agar pengantin yang akan segera melakukan pernikahan memiliki pemahaman yang cukup, baik terkait dengan masalah agama dan juga masalah kesehatan.

Kita berkeinginan agar calon pengantin nantinya memasuki rumah tangga tetap dalam keadaan sehat, terlebih saat kehamilan dan melahirkan. Selain itu, kita juga berharap agar anak yang terlahir sehat wal afiat dan tidak stunting.” Ujarnya.

‘Stunting adalah penyakit gagal tumbuh sebagai akibat dari akumulasi ketidak cukupan zat gizi yang berlangsung lama, dari kehamilan sampai usia 24 bulan.’

Terkait dengan kerjasama, Kepala KUA Bontomanai yang juga adalah Ketua Asosiasi Penyuluh Republik Indonesia (APRI) Cabang Selayar mengatakan bahwa kerjasama ini akan ditindak lanjuti dalam bentuk Memorandum Of Understanding (MOU) sehingga setiap calon pengantin ke depannya akan memperoleh suluhan agama dan kesehatan di Kantor KUA.

Dalam melakukan penyuluhan kepada 4 pasang calon pengantin, H. Hayuddin panel bersama dengan seorang dokter dari pihak Puskesmas Barugaiya. Dalam paparannya, Dokter tersebut lebih menekankan pentingnya para pengantin menjaga kebersihan di dalam keluarga, baik terkait kebersihan lingkungan maupun kebersihan personal. Menurut pandangannya, kebersihan sangat berkaitan dengan masalah kesehatan.

Sementara itu, H. Hayuddin yang telah ber-profesi sebagai penghulu sejak beberapa tahun silam, mengajarkan kepada para Catin agar tidak melupakan beberapa ajaran orang tua dahulu dalam hal  menjaga kebersihan, terutama kebersihan suami isteri setelah melakukan hubungan suami isteri.

orang tua kita dahulu telah ajarkan tata cara membersihkan setelah melakukan senggama. Hal itu dikenal dengan istilah cuci piring.” Ujarnya serius namun tetap santai.

Lebih lanjut, H. Hayuddin menjelaskan bahwa cuci piring yang dimaksud orang tua dahulu adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh suami isteri setelah bersenggama. Menurutnya, walau ada perbedaan metode yang diajarkan oleh orang-orang tua dahulu, namun kesemuanya bermuara pada kebersihan.

Menutup suluhannya, H. Hayuddin menyempatkan diri membahas sekilas tentang ajaran islam, khususnya masalah kebersihan, terutama kebersihan suami isteri yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. dan tersebar dalam beberapa kitab-kitab hadits.  

Ajaran islam sangat sejalan dengan beberapa adat istiadat orang tua dahulu dalam mengajarkan bagaimana melahirkan generasi yang baik.” Tutupnya. (Myr)

 

 


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga