Kakankemenag Selayar Sampaikan 4.1 Sebagai Bentuk Revolusi Industry

  • Jan. 24, 2022, 9:41 a.m.

Arahan Kakankemenag Selayar pada Apel kerja 24 Januari 2022.

 

Selayar (Humas Benteng) Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Selayar, H. Nur Aswar Badulu kembali sampaikan hal penting dalam Apel Kerja pagi ini di halaman Kantor Kementerian Agama. Hadir mendengarkan Kepala Sub. Bagian Tata Usaha, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kasi Pelayanan Haji dan Umrah, Kasi Pendidikan Agama Islam, Kasi Pendidikan Madrasah, Kasi Bimas Islam, dan Pengawas Madrasah. (senin, 24 Januari 2022)

Mengutip pesan Sekjen Kementerian Agama saat peresmian 6 (enam) Kantor Urusan Agama (KUA) yang telah direvitalisasi di Makassar beberapa hari lalu, H. Nur Aswar sampaikan sejumlah peningkatan signifikan yang ada dalam lingkup Kementerian Agama. Peningkatan itu terlihat pada indeks tentang kesalehan umat beragama, indeks tentang kerukunan umat beragama, indeks layanan umat khususnya pada KUA, indeks terkait laporan keuangan, dan indeks transformasi birokrasi.

Menurut Kakankemenag sebagaimana dirilis dari hasil survey beberapa lembaga terkait, indeks kesalehan umat beragama dan indeks kerukunan umat beragama mengalami peningkatan dibanding pada Tahun 2020.

Kesalehan Umat Beragama naik dari 82,52 pada tahun 2020 menjadi 83,92 pada tahun 2021. Sementara Indeks Kerukunan Umat Beragama mengalami peningkatan dari semula 67,46 pada tahun 2020 menjadi 72,39 pada tahun 2021.” Ujarnya menjelaskan.

Di antara indikator indeks kerukunan beragama yang beliau sampaikan adalah, munculnya sikap cinta tanah air, adanya toleransi yang tinggi terhadap keberagaman agama dan juga budaya, menurunnya tingkat kekerasan di tengah-tengah masyarakat, dan adanya sikap akomodatif terhadap budaya lokal.

Sebagai warga Kementerian Agama sudah seharusnya kita semua menjadi tauladan dan garda terdepan dalam penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat.” Imbaunya kepada seluruh peserta Apel Kerja.

Pada saat yang sama, H. Nur Aswar Badulu juga sampaikan program ujian kompotensi bagi seluruh PTT (Pegawai tidak tetap), pegawai honorer, Pegawai Pemerintah Non PNS, dan pramubakti. Menurut H. Nur Aswar, ujian kompotensi sengaja dilakukan sebagai wadah dan sarana untuk melihat integritas dan profesionalitas seluruh stakeholder yang ada dalam lingkup kementerian.

Dalam upaya mensukseskan revolusi industry yang telah digulirkan oleh pemerintah dengan istilah Four one, 4.1, maka Kami sangat berharap kepada semua agar terus menerus meningkatkan kompotensi dan kinerja.” Ujarnya.

Dalam penjelasannya beliau katakan, bahwa yang dimaksudkan dengan 4.1 adalah adanya maksimalisasi pemanfaatan digital dalam seluruh sektor kehidupan. Dengan digiltalisasi, maka pekerjaan yang banyak dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan oleh personil yang dapat diminimalisir. (Myr)

 

 

 

 


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga