Kakankemenag Selayar Hadiri Rapat Optimalisasi Wakaf Produktif

  • Sept. 22, 2022, 10:09 a.m.

Kakankemenag Selayar Beri Arahan Saat Rapat Optimalisasi Wakaf Produktif

Benteng (Humas Selayar) Bersama dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Selayar dan Ketua Baznas, pengurus Badan Wakaf Indonesia dan Forum Nazir adakan rapat optimalisasi wakaf produktif di ruang kerja Kakankemenag Selayar. Rapat Optimalisasi yang diadakan kemarin, Rabu (21/09/2022), fokus bahas terkait pemanfaatan dana wakaf produktif.

Kakankemenag Selayar. H. Nur Aswar Badulu saat memberikan arahan mengatakan bahwa sudah saatnya Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) meng-optimalkan pemanfaatan dana wakaf produktif yang telah terkumpul. Menurutnya, instrument penting untuk terwujudnya target yang diharapkan adalah terealisasinya program-program yang telah disepakati sebelumnya.

Masyarakat kita melihat apa program yang telah kita lakukan terkait dengan dana wakaf produktif yang telah terkumpul.” Katanya tandas.

Lebih lanjut, Nur Aswar Badulu juga jelaskan bahwa faktor lain yang juga dapat mendongkrak jumlah dana  wakaf produktif adalah adanya sinergi dengan lembaga-lembaga lain untuk mengadakan sosialisasi secara masif di tengah-tengah masyarakat, baik yang berada di kota maupun di kampung-kampung.

Kepala Seksi Penyelenggara zakat wakaf Kementerian Agama yang juga adalah Bendahara Badan Wakaf Indonesia (BWI), Hartawati memaparkan bahwa dana wakaf produktif yang saat ini telah terkumpul sejumlah Rp. 75.000.000 (tujuh puluh lima juta rupiah), sebanyak Rp. 66.000.000 (enam puluh enam juta rupiah) di antaranya telah tersimpan di Bank Syariah Sul-Sel.

Sementara itu, Ketua Forum Nazir Kepulauan Selayar yang juga hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), H. Ridwan menjelaskan perbedaan wakaf, zakat, dan juga wadiah. Menurut H. Ridwan, dana wakaf produktif yang telah terkumpul seharusnya disimpan di Bank Syariah dalam bentuk wadiah.

Menurut regulasi yang ada, dana wakaf tunai yang telah terkumpul harus disimpan di Bank Syariah.” Ujarnya.

Turut hadir pula dalam rapat koordinasi kemarin, pengelola Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim Karajaang. Kehadiran pengelola pesantren tersebut adalah untuk menjelaskan program-program pesantren yang mempunyai singgungan dengan program pemberdayaan keumatan.

Menurutnya, Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim yang telah berdiri 2 tahun lalu, selain intens melakukan pembinaan dalam hal tahfidzul quran, juga sementara menggalakkan program pertanian dan peternakan.

Semua itu kita lakukan dalam upaya menciptakan pesantren yang mandiri.” Ujarnya. (Myr)


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga