Kakankemenag Selayar Beri Arahan Pada Majlis Taklim Gabungan Kecamatan Bontomatene

  • Sept. 22, 2021, 10:42 a.m.

-

 

Selayar (Humas Bontomatene) Kelompok Penyuluh Non PNS Kecamatan Bontomatene Kepulauan Selayar sepakat satukan 2 (dua) kelompok majlis taklim dalam rangka kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Selayar untuk memberikan arahan. Kedua Majelis Taklim yang dimaksudkan adalah Majelis Taklim Nurul Yaqin Tajuiya dan Mejelis Taklim Nurul Hijrah Sariahang. (Selasa, 21 September 2021)

Rombongan Kakankemenag Selayar yang terdiri dari Kepala Seksi Bimas Islam dan Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Kepulauan Selayar tiba di lokasi pada pukul 16:00 dan disambut hangat oleh tokoh masyarakat, kelompok penyuluh Bontomatene, dan anggota majelis taklim yang lebih didominasi oleh kaum hawa. Menurut informasi yang diperoleh dari Ketua Pokjaluh, Kaum Adam yang hadir dalam acara itu hanyalah sebagai tokoh masyarakat dan bukan atas nama peserta rutin majelis taklim.

Zubair Nur dalam sambutannya sebagai Ketua Pokjaluh Kepulauan Selayar mengatakan bahwa pada hakikatnya Majelis Taklim dengan berbagai kegiatan keagamaannya seperti membaca alquran, ber-majelis ilmu, dan bersilaturrahim adalah merupakan kegiatan yang paling ampuh dalam mencegah datangnya bencana dari Allah Swt. inilah yang disebut ‘Tolak bala.’ Katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam dalam arahannya banyak ditujukan kepada peningkatan kinerja para penyuluh.

Penyuluh agama islam adalah garda terdepan Kementerian Agama yang menjadi tumpuan harapan dalam memberikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Olehnya itu, merujuk kepada juknis yang ada, maka semua penyuluh Kementerian Agama wajib memiliki majelis taklim binaan dan juga Taman Pendidikan Alquran (TPA). Penyuluh PNS bahkan wajib memiliki minimal 5 majelis taklim binaan dan 2 TPA.” Ungkapnya menegaskan.

Mengenai Majelis Taklim, Nur Aswar Badulu dalam arahannya mengatakan, ”Mejelis Taklim yang merupakan lembaga keagamaan non formal seyogyanya dikelola secara professional. Dia idealnya memiliki kurikulum tersendiri sehingga semua materi yang tersampaikan dapat mencakup semua inti ajaran islam dan hasilnya juga dapat terukur.”

Lebih lanjut, beliau juga mengharapkan agar semua majelis taklim dan juga TPA yang ada supaya memiliki legalitas dengan cara senantiasa melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama sebagai lembaga pemerintah yang membidangi masalah keagamaan.

Sebelum meninggalkan lokasi pada Pukul 17:30 Wita, rombongan Kementerian Agama juga menyempatkan diri adakan silaturrahim dan makan malam di tempat yang telah disediakan oleh salah seorang warga masyarakat. (Myr)


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga