FKUB Selayar Hadirkan 2 Tokoh Penting Sulawesi Selatan Dalam Dialog Kebangsaan dan Moderasi Beragama

  • Nov. 30, 2021, 11:42 a.m.

-

 

Selayar (Humas Benteng) Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), H. Patta Lolo berhasil menghadirkan 2 (dua) pejabat penting Provinsi Sulawesi Selatan; Kepala Kantor Kementerian Agama, H. Khaeroni dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol), Dr. Asriady Sulaeman dalam acara Dialog Kebangsaan dan Moderasi Beragama. (Senin, 29 November 2021).

Peserta Dialog Kebangsaan dan Moderasi beragama yang diadakan semalam dihadiri sebanyak 40 peserta terdiri dari penyuluh agama islam, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan (KUA), tokoh masyarakat, dan beberapa perwakilan dari lembaga keagamaan. Turut pula hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia Selayar, KH. Muhammad Ridwan.  

H. Patta Lolo saat bertindak sebagai moderator mengatakan bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar yang secara geografis terpisah dari Provinsi Sulawesi Selatan adalah termasuk daerah yang aman dari terjadinya gesekan-gesekan antar umat beragama.

Di selayar, walau di antara penduduknya terdapat yang beragama islam, keristen, katolik, hindu, dan budha namun di dalam kegiatan kesehariannya mereka semua tetap laksana saudara dan keluarga. Semoga hal ini tetap tercipta untuk seterusnya.” Ungkapnya mengawali dialog.

Selain menjelaskan terkait kondisi keagamaan masyarakat selayar, Ketua FKUB juga sampaikan terkait rencana kegiatan olah raga antar umat beragama yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, 3 desember 2021 mendatang di Binanga Sombayya. Kegiatan olah raga yang dimaksud adalah lomba Volly bal, takrow bal, dan lomba karaoke.

Kakankemenag Selayar yang memberikan pengarahan mendahului Kakanwil Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa kerukunan dan moderasi perlu senantiasa disosialisasikan dalam rangka membina kesatuan dan persatuan bangsa di tengah keberagaman dan kemajemukan bangsa Indonesia.

Walau kita terdiri dari beragam macam agama dan suku, namun kita tetap harus memiliki komitmen kebangsaan.” Ungkapnya

Senada dengan itu, Kakanwil Sulawesi Selatan dalam mengawali materinya membacakan firman Allah swt. dalam surat albaqarah yang berbunyi,  

لا اكراه في الدين

Tidak ada paksaan dalam agama.”

Menurutnya, ayat tersebut jelas tidak membolehkan adanya pemaksaan bagi seseorang untuk memeluk agama tertentu, dalam hal ini yang dimaksudkan adalah agama islam.

Selain membacakan firman Allah Swt. yang tertera dalam Alquran, Kakanwil juga sempat mengutip beberapa ayat yang termaktub dalam kitab injil yang mengajak pentingnya merapatkan barisan untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa tanpa melihat agama, suku, dan ras.

Dr. Asriady Sulaeman, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Selatan yang juga pernah menjabat selaku Plt. Bupati Kepulauan Selayar mengajak seluruh elemen masyarakat agar memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari 3 (tiga) prinsip hidup masyarakat  Sulawesi Selatan yang berbunyi

Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainga” ujarnya.

Asriady Sulaeman dalam paparannya juga sempat me –review ulang sejarah Kepulauan Selayar. Menurutnya, dahulu Selayar adalah pulau tempat berteduh dan singgah bagi orang-orang yang berlayar ke arah barat dan timur. Faktanya, walaupun mereka berasal suku, ras, dan agama yang berbeda dari masyarakat selayar pada umumnya, namun di daerah ini mereka dapat hidup damai, aman, dan tenteram. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi dan moderasi telah lahir sejak dahulu di daerah Kepulauan Selayar. (Myr)

 

     

 

 

 

 

 


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga