Dalam Kunjungannya Ke MAN Selayar, H. Rappe Sarankan Begini Kepada Kamad

  • Dec. 1, 2021, 11:52 a.m.

-

 

Selayar (Humas Benteng) Didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Selayar, H. Nur Aswar Badulu, Kepala Sub. Bagian Tata Usaha, serta Kepala Seksi Madrasah, H. Rappe, Kepala Bidang Madrasah Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan kunjungi Madrasah Aliyah Negeri Kepulauan Selayar. (Selasa, 30 November 2021)

Hj. Andi Nirmala, Kepala Seksi Madrasah Kepulauan Selayar mengatakan bahwa kendati H. Rappe berkunjung ke Selayar dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Provinsi Sulawesi Selatan yang akan menghadiri Pelantikan IPHI Kepulauan Selayar, namun beliau tetap bersedia memberikan pembinaan dan bimbingan pada acara Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKM) untuk semua jenjang; Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts), dan Madrasah Aliyah (MA).

Kepada Kabid Madrasah Kemenag Sul-Sel tersebut, Sofanul Hidayatullah juga melaporkan kondisi terkini madrasah. Menurutnya, rasio jumlah siswa yang sudah tidak berimbang dengan jumlah kelas dan sarana prasarana lainnya, maka saat ini ruang guru pun dimanfaatkan sebagai ruang kelas siswa. Olehnya itu, dengan sangat terpaksa seluruh wali kelas menempati ruang kelas masing-masing sebagai ruang kerjanya.

Selanjutnya, Kamad Aliyah juga menjelaskan perihal adanya kelas jauh MA yang saat ini sementara diperjuangkan untuk menjadi kampus II dengan progam khusus terkait peningkatan skill dan kompotensi keagamaan, seperti wiraswasta dan hifzul Quran.

Menyorot masalah yang disampaikan oleh Sofanul Hidayatullah, M. Pdi., Kabid Madrasah tersebut katakan,

Dalam hemat saya, Kampus II itu dijadikan Madrasah Aliyah 2 Kepulauan Selayar (MAN 2). Dengan strateghi seperti itu, ke depan diharapkan MAN 2 memiliki DIPA sendiri dan kebijakan itu akan mendorongnya berkembang lebih cepat dibanding menjadikannya sebagai Kampus II atau Kelas jauh.”

Selain hal di atas, Sofanul Hidayatullah juga laporkan kondisi tenaga pendidik di Madrasah Aliyah yang masih membutuhkan tambahan tenaga. Terkhusus mata pelajaran Sejarah, Seni, Fisika, dan Biologi masih memanfaatkan tenaga honorer yang sampai saat ini berjumlah 15 (lima belas) orang. (Myr)

 

 

 

 

 


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga