2 Putra Terbaik Bulukumba Dan Selayar Ajarkan Islam Di Amerika

  • July 21, 2021, 10:21 p.m.

-

 

Selayar (Humas Benteng) Muhammad Syawal, salah satu putra terbaik Kepulauan Selayar kembali ke Amerika untuk tujuan tebar nilai-nilai agama islam. Keberangkatannya ke Amerika pada Tanggal 17 Juni 2021 yang lalu direncanakan akan balik ke Indonesia pada Tanggal 30 Agustus 2021 mendatang.

Kehadiran Muhammad Syawal di Amerika adalah atas undangan dan ajakan Shamsi Ali, salah satu putra terbaik Kabupaten Bulukumba yang telah meniti karirnya di Washington DC sejak lebih dari 20 tahun lalu. Shamsi Ali kini juga sementara memimpin Pesantren Nur Inka Nusantara Madani Connecticut Amerika Serikat.

Menurut Informasi yang Kami peroleh, di Pesantren Nur Inka Nusantara kini sementara berlangsung 2 (dua) program; Program Summer Camp yang diperuntukkan untuk Warga Amerika dan Global Leadership Program yang sengaja disiapkan buat para Ustadz yang berasal dari Indonesia.

Menurut Syawal, Imam Internasional yang pada Bulan Ramadhan lalu mendapatkan kesempatan memimpin shalat tarwih di Masjid Indonesia Washington DC, keberadaannya di sana adalah sebagai tenaga pengajar alquran sampai Tanggal 30 Agustus 2021 mendatang.

Selain sebagai tenaga pengajar alquran, pada shalat Idul Adha kemarin beliau juga dipercayakan menjadi Imam Shalat Id di halaman pesantren yang dihadiri oleh lebih dari 200 orang peserta. Mereka yang hadir juga sebahagiannya dari negara bagian dan kota-kota sekitarnya; Canada, New York, Texas, Florida, Washington, Houston, dan lain-lain.

Syawal yang juga sebelumnya adalah santri Babussalam Selayar menjelaskan, bahwa saat ini terdapat 45 (empat puluh lima) orang anak yang dibina di Pesantren itu. Mereka adalah peserta Summer Camp yang hanya akan berlangsung selama 2 bulan. Berbeda dengan peserta Global Leadership Program yang hanya berjumlah 5 (lima) orang namun dengan durasi waktu yang sama.

Peserta Summer camp yang berjumlah 45 orang itu, walau kebanyakan mereka adalah orang Indonesia asli, namun serata tidak mampu menggunakan Bahasa Indonesia sebagaimana layaknya orang Indonesia. Mereka pada umumnya terlahir di Amerika atau negara bagian lainnya.

Ketika berkomunikasi dengan para peserta, Syawal mengatakan,

saya juga berusaha menggunakan Bahasa Inggris walau dengan dialeg gabungan antara bugis dan Lebo Palemba Selayar.” (Myr)

 

 

 

 


Sumber
Penulis : Muhammad yamril

Baca Juga